Menipu Diri

 



Dalam kehidupan sehari hari kita melihat begitu beragamnya sikap dan perilaku orang orang di sekitar kita. Masing masing tampil dengan gaya bicara,gaya berpakaian dan bersikap yang berbeda.

Ada kalanya seseorang itu menampilkan sikap dan berperilaku apa adanya,tanpa dibuat buat.  Adakalanya seseorang itu berperilaku yang berbeda dengan keadaan dan kenyataan kehidupan mereka yang sesungguhnya. 

Sebagian orang ada yang bersikap seolah olah dialah orang yang baik, orang yang taat beribadah dan menjalankan Agama secara bagus.

Berbicara didepan orang seakan akan dialah orang yang baik, namun dibelakang orang,dia menjelekkan orang.

Orang ini baik didepan,akan tetapi jahat dibelakang. Dia suka mendiskreditkan orang,suka menjatuhkan orang,dan menusuk dari belakang.

Dia menampilkan wajah baik,tutur kata baik didepan,dibelakang dia berkata keburukan orang, kekurangan orang,kelemahan orang.

Dia ingin orang baik kepadanya dan benci kepada orang lain.  Mulutnya manis,tetapi hatinya menyimpan iri,dengki dan keburukan.

Ada juga orang yang suka bergaya seakan akan dia adalah orang yang kaya dan mampu secara ekonomi. 

Akan tetapi sebenarnya dia mengalami kesulitan dalam kehidupan nya sehari hari.  Bahkan memenuhi kebutuhan dasar buat beli beras dan lauk pauk saja masih berat.

Mereka membeli sesuatu yang di luar kemampuan mereka,sehingga dia sendiri yang akan mengalami kesusahan dalam kehidupannya. 

Beli baju dengan cara hutang,beli perabotan dengan cara hutang,beli alat elektronik rumah dengan cara hutang. 

Akhirnya hati,fikiran jadi gundah gulana,takut bertemu dengan pihak yang memberi hutang. Hidup jadi tidak nyaman dan tentram. 

Bergaya kaya,bergaya baik tetapi tidak merupakan keadaan yang sebenarnya.  Itu sebenarnya sama juga menipu diri sendiri. 


Comments

Popular posts from this blog

Haruskah umat Islam ikut memilih

Beli Hp Dengan Uang Receh

Hewan yang boleh dibunuh walaupun berada di tanah haram/kota Mekah dan Madinah.